SIKAP DAN PERUBAHAN FUNDAMENTAL DALAM
MENGADOPSI KEDAYAGUNAAN
SISTEM INFORMASI BERBASIS JEJARING

(network based)
disusun oleh: Ir. Jafar Basri MSc




4. Penyesuaian bentuk organisasi dalam hubungan berbasis jejaring.


Apa yang diuraikan sebelum ini terpantau pula secara jelas di Indonesia. Disamping itu masih terdapat kepincangan dalam pemerataan kemajuan teknologi. Terdapat kotak-kotak kemajuan yang kuat terisolasi terhadap lingkungan. Ada yang setia asas berkembang mengikuti urut-urutan era-1 sampai era-5 . Namun sebagian besar tetap berada pada era-2 atau era-3 dan tiba-tiba terus masuk kedalam relasi jejaring, sehingga kehilangan penghayatan dan proses belajar yang sangat bermanfaat. Untuk menghayati relasi jejaring, berikut ini beberapa kiat dikemukakan.
  1. Pada gambar 2, relasi data dan informasi mewakili relasi jejaring (CMCS = Computer Mediated Communication System). Relasi ini hanya mungkin terjadi pada era-5 yang berkembang teratur melalui era-era sebelumnya. Individu terkait perlu memiliki perangkat komputer. Dengan satu tekanan tombol komputer, hubungan kesimpul manapun secara tidak terbatas terlaksana. Setiap simpul dapat berhubungan dengan simpul lainnya sehingga tercipta hubungan sarang laba-laba seperti 2. Arus data dan informasi dapat mengalir sesuai yang diinginkan. Persoalan : apakah para pelakunya, pembina fungsi dan pejabat fungsional dalam organisasi mau menerima kenyataan ini. Begitu terlaksana, organisasi akan cepat mengalami proses belajar dalam suasana relasi proses. Dari atas, rentang kendali menjadi tak terbatas, dan bukan hanya 5 - 7. Salah satu persyaratan dasar yang fundamental, adalah menerima kenyataan ini agar tercapai sasaran bersa-ma yang lebih menguntung-kan.
  1. Pada gambar 4, tersirat bahwa kemampuan akses tambah lebar.
    Aplikasi operasional yang mendetail pada tingkat bawah dapat diakses dan diolah oleh pimpinan ditingkat atas.
 
    Sebaliknya tingkat bawah yang biasanya bergulat dengan aplikasi yang detail operasional, memiliki ke-sempatan akses Sistem Informasi Eksekutip (EIS), DSS dan sejenisnya. Model segitiga organisasi seolah tertekan menjadi makin lebar, dan organisasi menjadi organisasi datar. Setiap personil memiliki akses langsung kepada pimpinan dan pimpinan memiliki kesempatan pula melayaninya melalui dukungan perangkat teknologi. 
    Bagaimana hubungan struktur organisasi terjadi ? Organisasi menjadi datar secara logikal. Sekalipun demikian struktur lama tetap dapat dipertahankan dengan beberapa penyesuaian. Perhatian adalah sasaran sehingga orientasinya proses. Pengelompokkan dilaksanakan berdasarkan proses sekalipun fungsi tetap ada. Karena sifat logikal maka pengelompokkan juga diarahkan untuk mempercepat proses melalui sarana dan media jaringan. Setiap individu seolah diberdayakan (empowered) untuk bekerja mencapai sasaran, sehingga sadar dan terdidik dengan sendirinya mana data dan mana informasi, mana yang memenuhi tugas dan mana yang sekedar enak untuk diketahui (entertainment serta nice to know). Organisasi yang telah mengecap keuntungan dari hubungan yang demikian akan terus meningkat maju lebih jauh kearah bentuk organisasi jejaring (4), dimana seorang fasilitator berada ditengah untuk mengatur lancarnya hubungan. Seluruh anggauta lainnya dalam organisasi bertindak sebagai mitra atau partner. Pola ini menitik beratkan pada hasil akhir sehingga orientasinya adalah proses. gambar 5 dan gambar 6 memvisualisakan orientasi proses dalam suatu hubungan berbasis jejaring yang lebih cepat dan lancar.
Dari uraian diatas, maka untuk dapatnya menghasilkan kedaya gunaan sistem informasi berbasis jejaring, sikap fundamental yang perlu mendapat perhatian adalah :
  1. Hubungan jejaring berlandaskan pada teknologi komputer-komunikasi. Setiap personil yang berkaitan dengan proses solusi perlu dipermudah untuk dapat bekerja dengan komputer.
  2. Rentang kendali dalam hubungan jejaring tidak relevan. Setiap pihak dalam organisasi garis (line organization) perlu menyesuaikan pada pola hubungan organisasi bentuk datar dengan setiap orang dapat berhubungan dengan setiap orang lainnya dalam organisasi. Ini adalah hubungan logikal.
  3. Relasi hubungan berorientasi proses, sehingga pengelompokkan sebaiknya berdasarkan kepentingan sejenis (special interrest group).
  4. Tugas baru dari manajer antara atau manajer menengah beralih dari mengarahkan dan mengendalikan kepada memberdayakan (empower) dan memperkaya motivasi personil. Para manajer antara yang tidak dapat menyesuaikan pada kondisi hubungan berbasis jejaring hanya akan menambah beban (overhead) organisasi.
  5. Setiap orang dalam lingkungan berbasis jejaring adalah agen mampu daya dan sekaligus juga berperan sebagai pengawas lainnya sehingga setiap simpul dalam jejaring memiliki kepemimpinan sendiri dalam suatu aspek tertentu dimana semua yang lainnya mengikuti dan mentaati.
  6. Kelompok dikoordinasikan oleh seorang fasilitator untuk menjamin terselenggaranya kegiatan kelompok secara berkesinambungan dan sinkron.


Hubungan berbasis jejaring ini seolah menyatukan semua sumber daya, pengetahuan, pengalaman, kreativitas dan motivasi kedalam suatu kesatuan besar yang utuh dan terpadu sehingga dapat saling mengasah, mengasih dan mengasuh. Hasilnya adalah diperolehnya kekuatan untuk mencapai sasaran kelompok maupun organisasi. Hubungan jejaring inipun telah membuka cakrawala baru dengan beberapa konsep berikut : kerja jauh (telework) dan telecommuting, dimana kegiatan kerja itu benar-benar bebas lokasi dan bebas waktu. 

kembali ke indeks