
4. Penyesuaian
bentuk organisasi dalam hubungan berbasis jejaring.
Apa yang diuraikan sebelum ini terpantau pula secara jelas di Indonesia. Disamping
itu masih terdapat kepincangan dalam pemerataan kemajuan teknologi. Terdapat
kotak-kotak kemajuan yang kuat terisolasi terhadap lingkungan. Ada yang
setia asas berkembang mengikuti urut-urutan era-1 sampai era-5 . Namun
sebagian besar tetap berada pada era-2 atau era-3 dan tiba-tiba terus masuk
kedalam relasi jejaring, sehingga kehilangan penghayatan dan proses belajar
yang sangat bermanfaat. Untuk menghayati relasi jejaring, berikut ini beberapa
kiat dikemukakan.
- Pada gambar 2, relasi data dan informasi mewakili relasi
jejaring (CMCS = Computer Mediated Communication System). Relasi ini hanya
mungkin terjadi pada era-5 yang berkembang teratur melalui era-era sebelumnya.
Individu terkait perlu memiliki perangkat komputer. Dengan satu tekanan
tombol komputer, hubungan kesimpul manapun secara tidak terbatas terlaksana.
Setiap simpul dapat berhubungan dengan simpul lainnya sehingga tercipta
hubungan sarang laba-laba seperti 2. Arus data dan informasi dapat
mengalir sesuai yang diinginkan. Persoalan : apakah para pelakunya, pembina
fungsi dan pejabat fungsional dalam organisasi mau menerima kenyataan ini.
Begitu terlaksana, organisasi akan cepat mengalami proses belajar dalam
suasana relasi proses. Dari atas, rentang kendali menjadi tak terbatas,
dan bukan hanya 5 - 7. Salah satu persyaratan dasar yang fundamental, adalah
menerima kenyataan ini agar tercapai sasaran bersa-ma yang lebih menguntung-kan.
|
- Pada gambar 4, tersirat bahwa kemampuan akses tambah lebar.
Aplikasi operasional yang mendetail pada tingkat bawah dapat diakses dan
diolah oleh pimpinan ditingkat atas.
|
|
- Sebaliknya tingkat bawah yang biasanya bergulat dengan
aplikasi yang detail operasional, memiliki ke-sempatan akses Sistem Informasi
Eksekutip (EIS), DSS dan sejenisnya. Model segitiga organisasi seolah tertekan
menjadi makin lebar, dan organisasi menjadi organisasi datar. Setiap personil
memiliki akses langsung kepada pimpinan dan pimpinan memiliki kesempatan
pula melayaninya melalui dukungan perangkat teknologi.
|
Bagaimana
hubungan struktur organisasi terjadi ? Organisasi menjadi datar secara
logikal. Sekalipun demikian struktur lama tetap dapat dipertahankan dengan
beberapa penyesuaian. Perhatian adalah sasaran sehingga orientasinya proses.
Pengelompokkan dilaksanakan berdasarkan proses sekalipun fungsi tetap ada.
Karena sifat logikal maka pengelompokkan juga diarahkan untuk mempercepat
proses melalui sarana dan media jaringan. Setiap individu seolah diberdayakan
(empowered) untuk bekerja mencapai sasaran, sehingga sadar dan terdidik
dengan sendirinya mana data dan mana informasi, mana yang memenuhi tugas
dan mana yang sekedar enak untuk diketahui (entertainment serta nice to
know). Organisasi yang telah mengecap keuntungan dari hubungan yang demikian
akan terus meningkat maju lebih jauh kearah bentuk organisasi jejaring
(4), dimana seorang fasilitator berada ditengah untuk mengatur lancarnya
hubungan. Seluruh anggauta lainnya dalam organisasi bertindak sebagai mitra
atau partner. Pola ini menitik beratkan pada hasil akhir sehingga orientasinya
adalah proses. gambar 5 dan gambar 6 memvisualisakan orientasi proses dalam suatu
hubungan berbasis jejaring yang lebih cepat dan lancar.
|
|
Dari uraian diatas, maka untuk dapatnya menghasilkan kedaya gunaan sistem informasi
berbasis jejaring, sikap fundamental yang perlu mendapat perhatian adalah :
- Hubungan jejaring
berlandaskan pada teknologi komputer-komunikasi. Setiap personil yang berkaitan
dengan proses solusi perlu dipermudah untuk dapat bekerja dengan komputer.
- Rentang kendali
dalam hubungan jejaring tidak relevan. Setiap pihak dalam organisasi garis
(line organization) perlu menyesuaikan pada pola hubungan organisasi bentuk
datar dengan setiap orang dapat berhubungan dengan setiap orang lainnya
dalam organisasi. Ini adalah hubungan logikal.
- Relasi hubungan
berorientasi proses, sehingga pengelompokkan sebaiknya berdasarkan kepentingan
sejenis (special interrest group).
- Tugas baru dari
manajer antara atau manajer menengah beralih dari mengarahkan dan mengendalikan
kepada memberdayakan (empower) dan memperkaya motivasi personil. Para manajer
antara yang tidak dapat menyesuaikan pada kondisi hubungan berbasis jejaring
hanya akan menambah beban (overhead) organisasi.
- Setiap orang dalam
lingkungan berbasis jejaring adalah agen mampu daya dan sekaligus juga
berperan sebagai pengawas lainnya sehingga setiap simpul dalam jejaring
memiliki kepemimpinan sendiri dalam suatu aspek tertentu dimana semua yang
lainnya mengikuti dan mentaati.
- Kelompok dikoordinasikan
oleh seorang fasilitator untuk menjamin terselenggaranya kegiatan kelompok
secara berkesinambungan dan sinkron.
Hubungan berbasis jejaring ini seolah menyatukan semua sumber daya, pengetahuan,
pengalaman, kreativitas dan motivasi kedalam suatu kesatuan besar yang
utuh dan terpadu sehingga dapat saling mengasah, mengasih dan mengasuh.
Hasilnya adalah diperolehnya kekuatan untuk mencapai sasaran kelompok maupun
organisasi. Hubungan jejaring inipun telah membuka cakrawala baru dengan
beberapa konsep berikut : kerja jauh (telework) dan telecommuting, dimana
kegiatan kerja itu benar-benar bebas lokasi dan bebas waktu.
kembali ke indeks
|