MKT - 2000
kembali ke indeks

MKT - 2000


Pijakan baru

Artikel sebelumnya yang menyoroti tentang Y2K atau Millenium bug kini sudah mulai bergulir. Hari ini tanggal 12 Januari 1998 Menteri Perhubungan sebagai Ketua Kelompok Kerja Penanggulangan Permasalahan Tahun 2000 (Millenium Bug) memimpin rapat membahas rencana kerja kelompok ini. Pada saat itulah beliau secara resmi menyampaikan istilah "Masalah Komputer Tahun 2000" yang disingkat MKT-2000 sebagai istilah resmi Indonesia tentang Y2K atau Millenium Bug.
Suatu hal yang kurang biasa apalagi kalau dikaitkan dengan pola birokrat masa lalu, adalah bahwa Menteri yang satu ini memimpin dengan sungguh-sungguh, bukan basa-basi tetapi terjun langsung kedalam permasalahannya. Ini pertanda baik bagi MKT-2000. Menteri menjadi ketua Pokja atau kelompok kerja juga bukan kebiasaan lama. Mudah-mudahan keseriousan ini akan membawa hasil yang optimal. Apa yang menjadi topik bahasan utama ? Tentu masih mencari-cari pijakan yang tepat. Namun bahwa hal ini bergulir, menandakan Indonesia resmi mulai melangkah. Pekerjaan rumah tentu setumpuk, bahkan para anggauta kelompok dihimbau mengurangi masa libur lebarannya agar apa yang kita kejar bisa tercapai.
Apa itu ? Ia adalah pembuatan peta Y2K yang diharapkan selesai dalam waktu satu bulan paling lambat. Lalu dianalisa dan ditentukan langkah dan rencana selanjutnya. Semua pihak terkait dilibatkan. Ini pekerjaan raksasa, namun sudah harus dimulai tanpa ditunda-tunda lagi. Kita harapkan pijakan baru ini akan segera meningkatkan "awareness" masyarakat bahwa perlu ada "sense of urgency" pada semua pihak akan kemungkinan dampak MKT-2000 bagi masing-masing. Dan karena kita ini kait-mengkait, maka "sense of emergency" ini mencakup landsekap yang luas.

Ikhtiar menuju solusi

Apa iktiar awalnya ? Tentu meletakkan dahulu landasannya serta metoda dalam penyelesaian masalah nanti. Organisasi adalah penting karena akan menentukan proses pemecahan masalah. Surat Keputusan Menko Wasbangpan selaku ketua tim Telematika Indonesia No. 68/KEP/MK/WASPAN/12/1998 tentang Kelompok Kerja Penanggulangan Permasalahan Tahun 2000 (Millenium Bug), memutuskan Ketua Kelompok Kerjanya adalah Menteri Perhubungan (Giri Suseno), Wakilnya adalah Sekjen Dep. Parsenibud (J. Parapak), dan Sekretarisnya adalah Asmenko V Wasbangpan (J.B. Kristiadi).
Ada empat bidang yang diidentifikasi sebagai yang perlu diikuti secara dekat dan saksama yaitu : bidang Sumber Daya Pendukung ( termasuk didalamnya institusi Bappenas, Dalam Negeri, Keuangan, dan BUMN); bidang Sosialisasi dan Kepedulian (Penerangan, KADIN Indonesia, LAN, Pullahta dan Informasi); bidang Inventarisasi Permasalahan dan Potensi (menginvenatrisakan permasalahan dari Y2K); bidang Perumusan dan Rekomendasi. Agar upaya ini bisa berjalan, dibentuk pula Unit Pelaksana dari Ditjen Postel. Tugas Pokja disebutkan : meluaskan informasi, melakukan sosialisasi dan kampanye secara nasional dalam rangka kepedulian dan kewaspadaan terhadap permasalahan MKT-2000; melakukan inventarisasi permasalahan nasional MKT-2000 yang terjadi serta potensi nasional yang dapat dikerahkan untuk mengatasi masalah tersebut; menghimpun dan mengkaji bahan yang dipandang perlu sebagai pertimbangan, saran dan pendapat serta strategi untuk menghadapi permasalahan MKT-2000. Lihat bagan-1.
Dapatkah Pokja melaksanakan tugasnya secara penuh dan menyeluruh ? Unit pelaksana adalah unit yang "full time" sehingga dapat terus mengikuti permasalahannya. Namun sekalipun namanya adalah unit pelaksana, ia bukanlah dimaksudkan untuk menanggulangi secara langsung setiap teknis permasalahan yang timbul dari Y2K. Unit ini hanya bertindak sebagai penjuru yang mengkoordinasikan upaya-upaya dan mengkomunikasikannya dengan pihak-pihak yang relevan terkait. Solusinya secara teknis terarah ditanggulangi langsung oleh instansi dimana permasalahan itu sendiri timbul. Dukungan konsultasi dapat dibantu oleh Unit Pelaksana ini dalam batas-batas mengidentifikasikan sumber daya, baik personil konsultan, sarana dan metoda. Lihat bagan-2. Dalam aspek keuangan terdapat perhatian terhadap masalah dalam perbankan, asuransi dan pasar modal.


Bagan-1 Organisasi Kelompok Kerja


Bagan-2 Organisasi Unit Pelaksana

Sarana umum memperhatikan Telkom dan enersi seperti PLN, migas. Dibidang transportasi maka Perhubungan (darat, laut, dan udara) antara lain masuk dalam perhatiannya disamping beberapa BUMN yang terkait. Pemerintahan menampung kepegawaian, kependudukan, hankam dan indag. Aspek-aspek lain yang belum tertampung akan dimasukkan kedalam umum.

Pihak-pihak yang terkait

Pihak-pihak yang terkait demikian banyaknya sehingga pembagian sektor perhatian perlu disusun secara cermat. Pada saat sekarang maka sektor-sektor ini ataupun pembidangan yang dapat diantisipasi adalah sesuai yang tergambarkan pada bagan-1. Lalu perlu diberikan prioritas perhatian yang khusus terhadap beberapa diantaranya yang memberikan dampak yang kritikal. Dibidang aplikasi, maka inventarisasi dan penelusurannya dapat disusun secara struktural, sekalipun yang cukup mejemuk adalah antar hubungannya dalam suatu proses yang belum tentu segera dapat diditeksi. Sebagai contoh adalah bila Bank Indonesia sudah bisa "Y2K compliant" akhir Januari 1999 sehingga tidak terisolasi dari dunia luar yang memberikan batas waktu lulus compliant test pada bulan Mei 1999, maka pertanyaan berikutnya adalah apakah Telkom juga sudah compliant. Bila tidak, maka compliancy dari BI adalah sia-sia. Mungkin juga ada aspek-aspek lainnya yang juga perlu ditelusuri. Dibidang "embedded systems" maka persolannya jauh lebih sukar. Hal ini disebabkan karena ia sukar diditeksi, dan biasanya tertanam atau "embedded" dalam prosesor-prosesor yang mengerjakan suatu fungsi tertentu yang terisolasi.
Ketidak pastiannya besar sekali. Kita tidak dapat secara jelas menentukan apakah alat pendingin itu akan menjadi apa. Juga lampu lalu-lintas. Kalau ditanyakan kepada desainer lampu lalu-lintas sendiri, tentang apa yang akan terjadi, maka jawabannya adalah : "mungkin lampu kuning akan menyala terus" . Tapi apa iya. Jangan-jangan lampu-lampu itu bermain disko alias merah, hijau, kuning terus menyala bergantian secara cepat tanpa bisa diduga. Apa pula yang akan terjadi dengan lampu-lampu sinyal Kereta Api. Hal ini tentu sudah diantisipasi juga oleh PJKA. Pada produksi obat-obatan, pupuk dsb.nya, apakah tidak terpengaruh dalam arti kata bukan saja berhenti bekerja namun terus bekerja namun dengan campuran yang keliru. Hasilnya bukan obat malahan mengandung kelebihan atau kekurangan salah satu atau beberapa unsur campuran.
Apakah perlu diarahkan agar produksi yang demikian dihentikan dulu pada 1 Januari 2.000 ? Ini semua yang akan dimuati dalam suatu "contingency plan" baik menyangkut apa yang sudah dapat diduga maupun petunjuk menyangkut apa yang tidak diduga dan muncul kemudian. Disinilah pentingnya peta Y2K Indonesia itu. Kecuali instansi pemerintah, maka sektor swasta juga akan diminta partisipasinya, Pada saat ini, maka wadahnya adalah melalui simpul Nara Sumber pada bagan-2, melalui mana peranan swasta akan diantar mukakan. Belum lagi dibahas masalah sertifikasi tentang "compliancy". Siapa yang menjadi "the clearing house" dan siapa yang berhak memberikan sertifikasi yang diakui dan diterima secara internasional. Kalau ini tidak dicakup, maka sama saja dengan membiarkan masalah export dan import menggantung karena dunia internasional belum yakin akan compliancy itu. Nah, masih banyak sekali yang harus diungkapkan.

Penjadwalan dan harapan

Untuk sementara ini suatu pola kerja yang serial tidak mungkin lagi dianut. Segalanya harus dikerjakan secara paralel. Untuk itu misalnya satu bulan dialokasikan agar peta Y2K Indonesia bisa terwujud. Selama pelaksanaan inventarisasi maka sekaligus diadakan sosialisasi dan penyiapan SDM. Agustus 1999 sebelum tanggal 9 September 1999 diharapkan sistem ini sudah dapat digladi bersihkan. Sisa waktu sampai Desember masih ada banyak kegiatan, bahkan diantisipasi bahwa memasuki tahun 2000 masih akan tersisa banyak pekerjaan rumah, suatu gejala yang dibayangkan akan juga dialami oleh negara-ngera lainnya. Unit pelaksana ini berada di Direktorat Pos dan Telekomunikasi. Bila ada yang ingin mengikutinya silahkan buka "homepage" http://www.y2k.or.id . Mari kita semua sadari bahwa ancaman tahun 2000 itu bukanlah khayalan sekalipun kita juga tidak perlu terlampau khawatir bahwa dunia seolah akan kiamat. Pada akhirnya manusia juga yang berupaya dan Tuhanlah yang menentukan.

kembali ke indeks