Intranet
kembali ke indeks

Manajemen "intranet dan messaging system" perusahaan pada umumnya.


Apakah manajemen Intranet dan Messaging System itu sama dengan manajemen jaringan (network management) ? Banyak pihak yang menyamakannya, tetapi bilamana kita mendalami secara seksama, terpantau bahwa manajemen keduanya ini tidaklah sama dengan perkiraan itu. Pada dasarnya ia adalah suatu disiplin baru sekalipun tentu terdapat kaitan dengan masalah serta isu-isu jaringan. Suatu disiplin baru melibatkan beberapa disiplin lama yang sudah ada dan sekaligus memperkaya dengan sifat-sifat baru yang tidak jarang menuntut kita menyesuaikan paradigma lama kita. Banyak aplikasi pada aspek ini secara jelas menunjukkan sifat-sifat berikut :

  1. Pemakainya secara jelas dapat diidentifikasikan
  2. Aplikasi dirancang untuk memenuhi tugas-tugas tertentu
  3. Aplikasi mengikuti irama penjadwalan tugas atau berjalan pada sistem mandiri (stand alone systems).

    Bilamana kita amati lebih lanjut sisi antar muka organisasi dengan jejaring, maka kita selanjutnya dapat melihat bahwa :

  1. Tidak ada kelompok pemakai yang tetap
  2. Tidak ada relasi dengan suatu tugas khusus tertentu, sekalipun dimungkinkan terwujudnya interaksi antara pemakai yang tersambung didalam lingkup tugas-tugas yang terkait
  3. Adanya pelibatan pola yang dinamis dan sering tidak terduga dalam pemakaian-nya sehingga membutuhkan supervisi bahkan tidak jarang diperlukan intervensi. Kemudian bilamana "sistem pesan (messaging system)" ini dilihat sebagai lanjutan dari cara lama dalam mengelola manajemen jejaring, maka kesinambungan dari bidang perhatian cara lama yang juga tercakup meliputi :
  1. Pengamanan dan keandalan komunikasi
  2. Kerahasiaan dan relevansi dari pesan-pesannya
  3. Aksesibilitas dan integritas dari informasi.
Pada titik d s/d f kita dapat merasakan adanya pola tersebar (distributed) yang menjadi pembawa sifat dari "messaging systems". Hal ini meliputi semua batas kisaran (range) dari e-mail yang paling sederhana sampai pada "program workflow yang kompleks". Pada titik g s/d h, maka aspeknya banyak menjadi titik perhatian juga dari sistem lama. Oleh karenanya, model yang paling baik bagi manajemen untuk aspek ini adalah "kebijaksanaan pengamanan teknologi informasi" dimana kepentingannya sama yaitu tercapainya kemampuan umum sistem informasi untuk memenuhi tujuan organisasi.

Manajemen suatu "Messaging System"

Seperti dikemukkan sebelumnya maka kebijaksanaan pengamanan menjadi fokus utama. Dalam sistem pengamanan ini maka jaminan mengalirnya secara andal dan aman pesan-pesan dalam jaringan organisasi merupakan tujuan. Relevan untuk mengacu kepada contoh yang jelas dari suatu lingkungan yang sudah mapan. Di Inggeris misalnya maka pada tahun 1989 Departemen Perdagangan dan Industri meluncurkan "Security Evaluation Criteria, yang terkenal dengan "CIA" terdiri dari jaminan kerahasiaan (Confidentiality), integritas (Integrity), dan ketersediaan (Availability).

Pengertian CIA

Confidentiality atau kerahasiaan adalah pencegahan bagi mereka yang tidak berkepen-tingan dapat mencapai informasi . Secara umum dapat disebutkan bahwa kerahasiaan mengandung makna bahwa informasi yang tepat terakses oleh mereka yang berhak ( dan bukan orang lain), sama analoginya dengan e-mail maupun data-data perdagangan dari perusahaan.

Integritas adalah pencegahan terhadap kemungkinan amandemen atau penghapusan informasi oleh mereka yang tidak berhak. Secara umum maka integritas ini berarti bahwa informasi yang tepat, memang tepat dimana-mana dalam sistem - atau mengikuti istilah "messaging" - tidak terjadi cacad maupun terhapus dalam perjalananya dari penyaji kepada para penerima yang berhak.

Availability atau ketersediaan adalah upaya pencegahan ditahannya informasi atau sumber daya terkait oleh mereka yang tidak berhak. Secara umum maka makna yang dikandung adalah bahwa informasi yang tepat dapat diakses bila dibutuhkan oleh siapapun yang memiliki legitimasi untuk tujuan ini. Berkaitan dengan "messaging system" maka pesan itu harus dapat dibaca oleh siapapun yang dialamatkan atau yang diarahkan, sewaktu mereka ingin membacanya.

Penjabaran

Bila CIA itu dijabarkan kedalam tingkat pelaksanaannya, maka ia dapat berwujud : penampilan sistem, penyimpananya (storage), rute dari pesan (message routeing), tingkat-tingkat otorisasi dan prosedur, pemanfaatan bersama informasi (sharing), otentifikasi pesan, serta kesetia asasan (consistency), kwalitas dan nilai dari informasi diatas sistem. Semua aspek-aspek ini kemudian menjadi perhatian penting dari manajemen. Dengan demikian maka pada dasarnya dapat disebutkan bahwa tugas manajemen dapat mencakup :

  1. Menerapkan infrastruktur teknologi yang cukup
  2. Mewujudkan direktori-direktori dan perangkat navigasi sehingga informasi dapat diminta, dikirimkan dan diterima dengan efisiensi yang tinggi
  3. Menjamin bahwa informasi yang disimpan pada sistem memang benar dan tidak salah, setia asas, berguna dan dimutakhirkan secara berkala.
Demikianlah Intranet dan "messaging system" dilihat dari sudut manajemennya. Naskah berikutnya akan membahasa soal "Infrastruktur dan Isi (content) dari Intranet. Tunggu minggu depan.

kembali ke indeks