Intranet
kembali ke indeks

Pembangunan Intranet


Intranet masih bearada pada usia bayinya. Sekalipun jejaring sistem informasi dari perusahaan telah ada selama beberapa saat, intranet baru mulai diperkenalkan kepada organisasi. Pertemuan antara Internet dengan sistem informasi internal perusahaan telah membawa perubahan pada konfigurasi jejaring perusahaan. Masih banyak masalah yang perlu diselesaikan, sedangkan isu-isu manajemen dan politik dalam memasuki lingkungan baru "Intranet" masih harus dihadapi.

Apa itu Intranet ?

Intranet adalah jejaring internal perusahaan yang menggunakan arsitektur, protokol dan aplikasi yang sama seperti Internet (NCC guideline bulletin no. 216, October 1996). Jelaslah bahwa Intranet datang sesudah Internet. Jejaring (informasi) perusahaan sudah ada beberapa saat lamanya, dan Intranet kemudian tiba-tiba muncul begitu saja dan banyak dipakai oleh personil dan staf dari perusahaan. Kekuatan dari standar protokol serta teknologi HTML (bahasa hypertext yang ditingkatkan) memancing beberapa pakar berkreasi untuk memperkenalkan "Intranet: yang pada dasarnya mengarah kepada peningkatan pemanfaatan jejaring perusahaan dengan memadukannya bersama internet ke dalam suatu bentuk baru "intranet". Standard khusus tersebut adalah : Internet Protocol Suite (IPS) pada tataran infrastuktur, Web server dan teknologi browser (pencarian) bagi komunikasi, retrieval (penggapaian) dan penyajian data, serta HTML (hypertext mark-up language) bagi pembentukan isi (content). Karena semuanya ini tercakup di dalam daerah bisnis internet, maka Internet Service Provider (ISP) adalah yang paling berkepentingan dalam menginvestasikan pengetahuan dan ketrampilan ke dalamnya. Jelaslah bahwa teknologi yang saling berkait dalam mensukseskan standard tersebut di atas menuntut tingkat disiplin sejenis yang umumnya merupakan bagian dari aktivitas pembinaan jejaring tertentu, maka ISP muncul lagi sebagai penyedia jasa yang tepat.Teknologinya yang mendukung ini semua adalah : Common Gateway Interface (CGI) scripting, Java atau bahasa sejenis bagi jaringan ( contoh : Microsoft ActiveX), GIF dan JPEG image file formats, format Suara dan Video (paket spt. Real Audio dan Micromedia)

Isu-isu utama yang dihadapi oleh Intranet

Pertumbuhan pengelolaan pesan (messaging) sendiri memiliki permasalahan. Ada yang berkaitan dengan jumlah pemakai, yaitu konfigurasi jejaring itu sendiri serta waktu tanggapnya, belum termasuk isi dari pesannya. Ada pula yang berkaitan dengan koordinasi dari usahanya. Intranet memperparah masalahnya lebih lanjut. Hal ini disebabkan karena :

  • e-mail dan tata pesan internal (internal messaging) harus hidup berdampingan untuk mengakses kekayaan grafik dari Internet yang luas itu
  • memungkinkan pemakai internet mengadopsikan teknologi baru World Wide Web, sehingga menuntut jejaring memperlebar bidang (frekwensi) lebih luas serta kekuatan pengolahan yang besar
  • cenderung bergeser ke arah pengolahan sisi-klien (client-side processing), menyebabkan manajemen jejaring makin rumit.

Organisasi biasanya memasang pagar pengaman Intranet mereka, sehingga memungkinkan adminsitrator jejaring dapat mengendalikan informasi yang masuk menurut jenis sumbernya, address IP atau nama domainnya, dan kemudian membatasi akses bilamana diperlukan, bagi pemakai tertentu. Melalui jalan ini diharapkan bahwa volume lalu-lintas terkendali. Namun betapa ketatpun dipagar-amankan, arus informasi internal (yang jelas merupakan tujuan dari intranet) akan meningkat cepat. Komunikasi dari organisasi akan berkembang yang cukup merisaukan ke arah :

  • meningkatnya keinginan pemakai untuk mengakses sumber-sumber eksternal pada internet
  • ingin diperolehnya informasi bagi organisasi menyangkut para pelanggan
  • Pertukaran informasi antara para pemakai di luar dan dari dalam organisasi melalui pencapaian basis datanya
  • meningkatnya volume e-mail, sesuai pula dengan meningkat pemakai dan aksesibilitasnya.

Beberapa konsiderans

Bilamana Intranet membawa masalah yang demikian banyaknya, mengapa ia begitu luasnya terpakai? Tentu saja ada sisi positif dari Intranet. Sub-artikel berikutnya akan menguraikannya lebih lanjut. Pada kesempatan ini ingin dikemukakan tiga titik perhatian mengapa Intranet adalah pilihan yang tepat untuk diterapkan :

  • memungkinkan keterpaduan yang mudah antara e-mail internal dan eksternal
  • memungkinkan dipergunakannya perangkat lunak yang mudah, berkemampuan cukup, serta terjangkau biayanya maupun teknologi penyimpanan, pencarian kembali, mengkomunikasikan, dan mengolah sumber-sumber informasi perusahaan
  • memungkinkan kemudahan dalam akses pada berbagai sumber yang menarik dari internet - khususnya materi yang dipublikasikan pada World Wide Web.

Penting juga diketahui bahwa ada keuntungan dalam menggunakan Virtual Private Internet (VPI = Internet Pribadi Maya) => lihat penjelasan dari VPI pada penjelasan berikutnya. Bilamana perusahaan menggunakan VPI, maka keuntungan berikut dapat diraih :

  • Kemudahan akses kepada internet.

Perusahaan dapat menghindarkan diri dari keruwetan administrasi serta biaya dalam membangun hubungan internet.

  • Akses ke-internet secara lebih andal dan efisien.

Tidak akan terdapat keuntungan bilamana internet dimaksudkan untuk penggunaan internal saja. Sekalipun demikian penyedia jasa VPI biasanya menekankan kepada feature eksternal, seperti pengamanan, waktu tanggap, serta lebar bidang, yang memang tidak menimbulkan masalah yang berarti dalam suatu kelompok tertutup berlandaskan kepada teknologi seperti kecepatan tinggi, Ethernet, penyambung LAN atau frame-relay.

  • Akses yang murah ke internet.

Sesuai dengan perkiraan dari operator telekomunikasi Amerika Serikat "Sprint", maka bisnis membayar sekitar $ 8 per jam dengan menggunakan cara sambungan putar langsung (dial-up) dengan modem, sedangkan mereka menawarkan sambungan melalui VPI hanya sekitar $ 3 per jam. Bilamana lalu-lintas tinggi volumenya, hal ini mungkin bukan suatu masalah, dimana biaya untuk sewa saluran (leased line) dapat dibenarkan. Perusahaan yang ingin memanfaatkan "web sites" untuk meneruskan aplikasi yang bertitik berat pada pelanggan maupun pengolahan transaksi sebaiknya mempertimbangkan penggunaan jasa luar (outsourcing) seluruh operasi ini yaitu intranet, semuanya secara bersih jadi, kepada penyedia pembawa (carrier provider) atau penyedia jasa yang mengoperasikan VPI. Perjanjian hendaknya dibuat secara jelas untuk dapat mengendalikannya secara tepat.

Intranet serta Internet pribadi lainnya

Umumnya terdapat dua penggunaan dari Intranet ditinjau dari pertimbangan teknologi :

  • suatu server pribadi yang dihubungkan secara langsung (biasanya melalui pagar pengaman) ke internet
  • virtual private internet (VPI= internet pribadi maya) dengan memanfaatkan infrastruktur jejaring perusahaan tetapi dibangun oleh penyedia jasa luar, biasanya dengan menggunakan server setempat.

Penyedia jasa pelayanan meningkat terus, termasuk a.l. UU net, Infonet, MCI, AT&T, Sprint, serta beberapa perusahaan kabel, yang menawarkan jasa pembinaan Internet. Hal ini di mata pemakai jasa terlihat sebagai Intranet dengan hubungan internet, biasanya dengan menggunakan "router" yang layak harganya dan digandengkan kepada LAN dari perusahaan untuk membentuk kelompok pemakai yang tertutup. Catatan : di Indonesia kita melihat ada Pacific Internet (PInter), Radnet, dsb.nya.

Penutup

Pembangunan intranet ini, meliput garis-garis besar dari Intranet sejak pertumbuhannya sampai kepada statusnya sekarang. Sub-artikel berikutnya menekankan kepada sikap konvensional dari manajemen serta pihak-pihak yang berkaitan dalam menerima Intranet. Sikap konvensional adalah sikap yang memiliki ciri-ciri pembawa dari sifat manusia secara umumnya. Dalam lingkungan teknologi informasi, hal ini terpantau dari terarahnya perhatian manajemen kepada aspek-aspek teknikal ketimbang isu-isu manajemen yang paling mendasar.

(Versi bahasa Inggeris dari sub-artikel ini dapat juga dibaca dalam Pinter English Version)


kembali ke indeks