Negeri Naga Selayang Pandang

Sebuah Catatan Perjalanan
Oleh : Adi Harsono
Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia



          Negara ini selalu menjadi perhatian dunia,dia dibenci, dicemburui, ditakuti sekaligus dikagumi. Dia dicurigai baik oleh negara adikuasa maupun negara-negara Asia, walaupun di abad 20 dia tidak pernah menjajah negara lain. Negara ini pernah diremehkan oleh Soeharto dan menteri-menteri Indonesia. Negara ini memang penuh pontensi juga kontroversi. Negara yang memiliki sejarah peradababan tertua, bahkan tercatat dalam kitab suci untuk dijadikan tempat menimba ilmu. Inilah Negeri Naga, bukan lagi negara tirai bambu seperti yang kita ketahui sebelumnya...

Hari Wanita China

Tanggal 8 Maret adalah Hari Wanita Dunia juga dirayakan di China. Biasanya perayaannya cukup besar. Organisasi perempuan di sini adalah 'Persatuan Wanita 8 Maret' (PW8M), merupakan salah satu organisasi masyarakat sistem Sosialis/ Komunis. Mirip-mirip Dharmawanita Indonesia dulu, hanya saja mereka mengakar sampai ke RT/RW dan desa-desa, tidak terikat dengan lingkungan instansi mereka saja. Kegiatan utama adalah sosial, pendidikan, kesejahteraan anak-anak, membantu karyawan wanita yang terkena PHK dan lain lain. Tentu saja mereka juga ikut memperjuangkan hak kaum wanita. Dari majalah dan informasi yang saya baca, PW8M cukup efektif dalam membawa kaum wanita China keluar dari cengkraman tradisi kuno dan keterbelakangan. Tugas mereka tidak mudah mengubah tradisi penindasan kaum wanita yang sudah kronis sejak zaman kerajaan dahulu kala, dan bukankah anak prempuan dari dulu selalu dianggap sial di desa-desa di China?

Kongres Tahunan Rakyat China yang ke 9 akan segera dibuka, saya lihat di TV, delegasi (setingkat DPRD) minoritas banyak yang wanita. Muda-muda dan berpakaian adat warna-warni sehingga tampak cantik-cantik.

Miss Wu dan Wanita China

Baru-baru ini seorang wanita lajang Miss Wu Shi Guang, 41 tahun, mantan General Man-ager IBM dan Microsoft di China, membuat dunia gempar dengan bukunya berjudul 'Melawan Arus' (entah sudah diterbitkan dalam bahasa Inggris belum?). Padahal wanita ini hanya lulus SMA, berparas biasa saja, mungkin karena nekad, pintar ngomong dan bergaul, karirnya naik dari seorang Pelayan Kantor IBM sampai menduduki kursi nomor satu di IBM-China, kemudian di Microsoft-China. Tahun lalu dia keluar dari Microsoft, lalu terbitlah buku karyanya yang menggemparkan China (Asian Wall Street pernah menurunkan berita gempar ini bulan Januari 2000). Saya sendiri belum baca bukunya, tapi dari berita koran yang saya baca, dia kritik habis-habisan mantan majikannya IBM dan Microsoft, dia membela rakyat China untuk menjiplak dan membajak software karena dia bilang IBM dan Microsoft terlalu rakus, mana mungkin rakyat yang gajinya tidak sampai $ 750/tahun mampu membeli komputer dan software asli...padahal rakyat China perlu belajar dan maju...dan bukankah sebagian software itu hasil jerih payah orang-orang pintar Chinese yang bekerja di IBM/Microsoft?

Kemarin saya naik Taksi, lalu ngobrol dengan sopir taksi yang berumur 45 tahun. Dia punya satu anak laki-laiki berumur 13 tahun. Saya bilang, wah senang dong punya anak laki-laki di China. Eeeee, ternyata dia tidak gembira, dia bilang jaman sudah berubah, punya anak laki-laki sekarang dianggap rugi. Persepsi orang China sekarang adalah wanita akan lebih baik status dan penghasilannya dibandingkan anak laki-laki. Saya mulai mengerti mengapa toko- toko di China meriah dengan penjualan kosmetik dan baju-baju modis wanita...Dan tampaknya jumlah kaum wanita China lebih banyak dibadingkan lawan jenisnya. Ngomong-ngomong, saya lihat banyak sopir bus dan taksi yang wanita lho. Dan ngomong-ngomong lagi,tinggi rata-rata wanita China sekarang sudah lebih dari 160 cm, bahkan banyak gadis yang tingginya mencapai 172 cm. Diam-diam saya ukur-ukur mereka waktu ke diskotik Real Love dulu, sayapun hanya 176 cm. Makin tinggi badan makin tinggi status seseorang?...he..he..

Demokrasi di China

Mungkin kurang fair kalau dunia luar menilai bahwa negeri ini tidak demokratis. Sistem satu partai mungkin tidak demokratis tapi tidak harus anti-demokrasi, demikian juga sistem banyak partai belum tentu sudah demokratis. Yang penting bagaimana sistem itu dapat mensejahterakan rakyat banyak dalam alam kehidupan yang adil, makmur, tentram dan nyaman. Tahun lalu kelompok olah raga pernapasan Fa-Lung- Gong dilarang dan pimpinannya jadi buronan (saat ini dia dilindungi di Amerika), dunia Barat gempar dan menuduh China tidak memperhatikan HAM. Menurut tuduhan resmi pemerintah China, kelompok ini sudah menjurus ke aliran anti-ilmiah dan banyak menipu rakyat. Mereka menyembah roh, bertahyul dan menolak dunia kedokteran. Saya tanya kiri-kanan orang lokal baik di kantor maupun di jalanan, apa pendapat mereka tentang Fa-Lung-Gong?, mereka rata-rata bilang bahwa bukankah sudah banyak ilmu pernapsan, Tai Chi, Wu Shu dan lain-lain, mengapa harus bikin kelompok tersendiri untuk kepentingan kelompok. Tai Chi bisa dipelajari di taman setiap pagi, gratis dan terbuka untuk siapa saja. Kesimpulan saya, sebagian besar orang lokal tidak suka atau tidak peduli dengan Fa-Lung-Gong. Hanya Amerika yang punya kepedulian 'khusus'...aneh sekali. Di Amerika, bukankah FBI juga melarang klan sejenis? Ingat peristiwa di Waco Texas, seluruh anggota gang terbakar (atau dibakar?) mati (sampai sekarangpun FBI masih berdebat membela diri...). Satu hal yang positif tentang sistem pemerintah otoriter adalah dalam perbaikan lingkungan, cepat dan efektif. Hanya diperlukan satu perintah dari pusat, maka bus kota, taksi dan kendaraan umum di China dalam waktu singkat menggantikan bensin/solar ke Bahan Bakar Gas (BBG). Dampaknya langsung terlihat dalam kualitas udara kota. Satu perintah lagi, maka dalam waktu satu tahun, jutaan pohon baru ditanam dan dipelihara. Saya hanya doakan, suatu saat turun perintah bahwa merokok dilarang di semua daratan China...

Bandingkan di Los Angles, orang Amerika ingin tunjukkan demokrasinya, bedebat 10 tahun, belum juga mampu mengambil keputusan mau pakai BBG atau mobil listrik. Contoh lain, tentang HAM di Amerika, makin banyak siswa muda terbunuh oleh sejata api di Amerika. Beberapa minggu lalu kita dikagetkan lagi dengan berita anak berumur 6 tahun membunuh temannya sebaya di depan guru dan kawan-kawannya. Konyolnya Kongres Amerika masih saja bedebat bagaimana membuat senjata-canggih, bukannya melarang penjualan senjata pembunuh ini di umum...Definisi HAM untuk Senator dan HAM untuk orang tua anak gadis yang terbunuh itu tentu beda... Nanti, pada saat Kongres Amerika mengambil keputusan melarang penjulan senjata api seperti di negara-negara lain, ribuan anak sudah kehilangan nyawa di halaman sekolah. Inikah harga sebuah demokrasi?

Apakah kebebasan pers dijamin di China?

Sulit dijawab secara langsung. Tapi bila anda bisa membaca dan mengerti huruf Mandarin maka China adalah gudang dan surga buku & majalah (Nabi bilang, carilah ilmu sampai ke negeri China...). Bukunya murah-murah pula. Kecuali majalah Playboy dan sejenisnya, banyak majalah Barat (Metropolitan, ELLE, Fashion, PC World, dll..) dijual di stan pinggir jalan, dalam bahasa Mandarin tentunya (edisi Chinese). Majalah bulanan teknologi bidang teknologi-informasi ada lebih dari 30 jenis, mabok membacanya (karena saya masih bekerja keras belajar mambaca Mandarin). Majalah lokal bahkan sangat berani, file-file pengadilan korupsi misalnya dijilidkan dalam majalah bulanan 'Hukum dan Pengadilan'. Kritikan langsung dan tidak langsung terhadap kebijakan pemerintah tertulis jelas. Majalah sastra bukan main ragam dan jenisnya. Tiap kota mempunyai 5 atau 6 jenis majalah sastra. Cerita kehidupan desa, cerita kampus, cerita cinta, cerita suka-duka wanita, cerita masa lalu, khayalan masa depan...Luar biasa...Tidak ketinggalan buku sastra 'Sam-Kok', sastra 'Perjalanan Ke Barat' dan 'Hong Lo Men - Mimpi Rumah Merah'. Kata teman dari Solo, asyiknya baca buku sastra kalau pakai sarung, kaos oblong, duduk di tikar sambil minum kopi... CD, VCD dan DVD sangat populer. Harga CD musik rata-rata 10 Yuan ($1.2), kalau lagu-lagu Barat populer baru sekitar 60 Yuan ($7.5), semua resmi (mungkin juga aspal). Harga VCD sekitar 30 Yuan ($ 3.7), semuanya ada, dari cerita kuno, cerita silat, cerita perang pembebasan, film-film Rusia, sampai film-film Hollywood baru. Yang tidak boleh dijual adalah film horor/setan/hantu (karena ini anti-ilmiah) dan film porno. Tapi, film pendidikan seks boleh dan dijual bebas. Harga DVD sekitar 80 Yuan ($ 10). Kalau ada yang suka nonton film TV seri silat 'Tou-Lion-Tou', di sini dijual...satu set (20 VCD) cuma 120 yuan, asli lagi.

Program TV-kabel seperti HBO, TNT, CNN, EPSN, CSPAN, BBC, TV Thailand, Jepang, Jerman, Hongkong, Perancis, M-TV, Fashion Channel, bahkan acara pengajian tiap pagi RCTI dan TVRI dapat dinikmati di hotel atau kita bisa langganan di rumah. Apa ini kurang bebas? Koran-koran tampaknya lebih sopan, masih kental dengan pesan-pesan pemerintah. Jangan harapkan ada berita yang bikin heboh tanpa bukti, seperti di Indonesia. Pers bebas yang bertanggung jawab kelihatannya diterapkan ketat sekali. Siapa tidak ketir kalau hukumannya tembak mati kalau menyebarkan rumor? Tapi berita tentang Indonesia banyak sekali dan umumnya positif. Gus Dur dan Wiranto populer di antara sopir-sopir taksi Shanghai. Begitu mereka tahu saya dari Indonesia, langsung topik bicara mengalih ke Gus Dur dan Wiranto. Kadang-kadang mereka tahu lebih banyak, misalnya Gus Dur itu waktu kecil suka main dadu/kelereng...(saya tahunya Gus Dur kecil suka naik pohon cari jambu...)

WTO

Begitu terbit berita China akan masuk WTO, dalam waktu sebulan sudah puluhan judul buku tentang WTO terpajang di pinggir jalan. Apa itu WTO, sejarahnya, apa segi positifnya, apa negatifnya. Buku-bukunya tebal-tebal dan murah. Yang mengarang buku juga bukan orang sembarangan, biasanya profesor ekonomi dari universitas ini dan itu....Tentu saja ada buku yang berbobot dan ada yang asal comot dan terjemahan dari internet. Tapi bukankah ini cara efektif mendidik rakyat sebelum suatu kebijakan penting diambil?. Bandingkan dengan Indonesia, sudah masuk WTO sejak 1996 pun, banyak mahasiswa UI masih bingung cari definisi WTO. Bahkan pernah ada yang manganggap mobil Mobnas Timor itu WTO....atau Tommy Soeharto itu boss WTO...Bahh..

Kehidupan dan Kriminal

Pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 7% berturut-turut sepanjang 10 tahun lebih (bahkan saat Asia lagi krisis), mungkin hanya ada di China. Bila rakyat miskin, banyak yang susah; tapi bila rakyat mulai kaya, godaan kapitalis tidak terhindarkan. Korupsi dan segala penyakit sosial tidak terhindarkan. Tindakan maksimum yang bisa dilakukan pemerintah hanyalah mengendalikan, mengurangi dan mencegah, sama sekali tidak bisa menghilangkan dampak negatif kapitalis.

Katanya, para pejabat tidak boleh menerima hadiah bernilai lebih dari 10% dari gaji bulanannya. Di atas itu dianggap menerima suap. Sesekali terdengar berita ada pejabat pemerintah dan militer yang diadili dan ditembak mati karena tuduhan korupsi atau KKN. Terakhir wakil Gubenur propinsi Shang-Xi ditembak mati karena terbukti korupsi US$ 650 ribu (bandingkan dengan kasus dugaan korupsi Ghalib di Indone-sia). Hebatnya (sakitnya) lagi, keluarga yang ditinggalkan masih dibebani oleh biaya penembakan. Harga satu peluru adalah 30 sen. Biasanya dalam mayat terpidana bisa ditemukan lebih dari satu peluru karena ditembaki oleh satu regu penembak.

Dengan sistem hukum yang demikian 'kejam'nya pun kejahatan hanya bisa dibendung, tidak bisa dibasmi habis.

Minggu lalu, saya naik taksi, dikembalikan uang pecahan 50 Yuan, ternyata uang palsu... Kemarin diberitakan bahwa kecanduan narkoba di China meningkat 14% dibandingkan tahun 1998. Ada 568,000 orang yang kecanduan narkoba. (mengapa risau? bukankah penduduk China ada 1,3 milyar...) Mungkin perlu satu perintah lagi, bahwa bukan hanya pengedar, tapi pengguna narkobapun yang bisa ditembak mati.... Angka kriminal di Shanghai termasuk yang pal-ing rendah di China sampai saat ini. Penduduknya ada yang bilang 19 juta tapi ada yang bilang 14 juta, yang jelas orangnya banyak sekali. Walaupun demikian jalan-jalan tidak macet. Gedung-gedung pencakar langit tak terhitung, malah mereka memiliki gedung tertinggi ke 2, 3 dan ke 4 di Asia. Saya belum pernah berjumpa dengan pengemis (entah dilarang atau memang tidak ada?). Saya perhatikan manusia Shanghai di jalanan, di toko dan di kantor, hampir semuanya ceria, anak-anak montok berpipi merah mungkin kegemukan atau karena udara dingin, yang jelas mereka happy dan hidup nyaman. Tampaknya.

Teknolgi & Ilmu Pengetahuan

Kalau tidak ada hal-hal aneh yang menghalang (seperti isu perang Taiwan yang lagi hangat misalnya), rencananya bulan Oktober nanti China akan mengirim astornot lokal dalam roket lokal buatan sendiri. Kalau berhasil ini tentu prestasi luar biasa. Sejauh ini hanya ada dua negara yang menguasai teknologi ruang-angkasa secara utuh, Rusia dan Amerika. Saya harap China mau mengundang mantan mensitek BJ Habibie untuk nonton peluncuran itu, karena Habibie selalu menganggap dirinya lebih pintar daripada ilmuwan China. Saya ingat dalam wawancara TVRI tahun 1996, Habibie dengan mata melotot pernah ngotot bahwa IPTN lebih maju 20 tahun dibandingkan China. Dalam bidang pengembangan perangkat lunak, mungkin China adalah satu-satunya negara di luar negara-negara maju yang mampu membikin sendiri COS (Chip Operating System) untuk mobile telecommunication. Kita di Schlumberger perlu ber-tahun-tahun untuk mengembangkan COS, tapi mereka cuma memerlukan 6 bulan. Apa mereka mencuri teknologi? Waduh, jangan sembarang menuduh, bisa ditembak nanti...

Akhir Catatan Perjalanan-2:

Sebelum mengakhiri catatan perjalanan ini, saya mau menceritakan pengalaman 11 tahun yang lalu. Tanggal 12 Juni 1989, saya tiba di kota Melbourne Australia untuk urusan dinas. Waktu itu peristiwa Tien-An-Men baru meletus, dunia gempar dengan kesadisan tentara China terhadap mahasiswa yang menuntut demokrasi di lapangan Tien-An-Men.

Dalam perjalanan dari Bandara, saya ngobrol dengan sopir taksi orang Australia tulen. Saya tanya pandangannya terhadap peristiwa berdarah itu. Dia tidak pernah ke China tapi suka makanan Chinese. Jawabannya sungguh di luar harapan saya. Dia mendukung 100% tindakan pemerintah dan militer China terhadap mahasiswa!! Dia bilang, pemerintah China terlalu baik hati, membiarkan lapangan Tien-An- Men diduduki oleh mahasiswa selama 3 bulan. Pusat kegiatan pemerintah dikotori, tidak dihormati,...Dia ternyata mengikuti dengan baik seluruh proses peristiwa itu melalui TV , koran dan radio. Kalau hal ini terjadi di gedung parlemen Australia, dia percaya polisi dan pemerintah Australia tidak akan membiarkan juga, apalagi sampai 3 bulan... Lalu bagaimana terhadap mahasiswa yang mati...? Dia bilang, kalau mahasiswa sudah disuruh bubar berkali-kali masih membandel, lalu mau diapakan lagi?...Yang mati belum tentu mahasiswa, mungkin provokator,..Buktinya mereka tidak mendapat dukungan rakyat......Yang ribut-ribut itu dunia Barat....dia ngoceh terus... Saya kaget, karena selama ini selalu menganggap orang Australia seperti katak dalam tempurung, tidak peduli terhadap politik...ternyata ada juga yang lain, sopir taxi lagi... 10 tahun setelah peristiwa Tien-An-Men, China tidak terpecah belah seperti Rusia (atau Indo-nesia). Ekonomi tumbuh pesat, rakyat mulai makmur, Hongkong, Macau bersatu kembali, sebentar lagi Taiwan (??), tidak ada perang etnis, agama. Tidak ada lagi darah mengalir percuma... Mungkin sopir Taksi Australia itu ada benarnya...Inilah demokrasi model China ...Inikah negeri rekomendasi Nabi?.. Kita jumpa lagi nanti ... Semoga tidak bosan membaca.(AH)