globe  

   
 

PROGRAM GEDUNG KESENIAN JAKARTA

AGUSTUS 2007
"INDONESIA INDEPENDENT ART FESTIVAL I"
Budaya Sebagai Alat Pemersatu Bangsa Indonesia/ Culture as the Unifying Tool of Indonesian Nation

PENGANTAR
Dirgahayu Republik Indonesia Ke 62

Sudah Sepatutnya kita sebagai bangsa Indonesia mensyukuri berkat dan nikmat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya dalam memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia selama 62 th. Enam puluh dua tahun merupakan Usia yang matang bagi perjalanan sebuah bangsa dalam meniti kesuksesan di berbagai bidang, seperti kata pepatah; "Bangsa yg besar adalah bangsa yang menghargai kebudayaannya sendiri, dan di lain pihak juga menghargai kebudayaan manca negara". Kita harus
selalu mencintai, menghargai budaya dan tradisi bangsa kita sendiri yang mencerminkan kesatuan "Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa".

Dalam rangka memeriahkan semarak Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 62, Gedung Kesenian Jakarta akan menampilkan program-program yang terangkum dalam "INDONESIA INDEPENDENT ART FESTIVAL I" antara lain; Komedi Betawi dengan lakon 'Batu Ampar' dan 'Si Jagur' kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, juga keindahan kebudayaan Aceh yang akan diekspresikan melalui penampilan "Walet Dance Company" dengan Judul 'Meusaboh Hatee' (Menyatukan Hati).

Musik hadir melalui konsert Ansambel Wanita "Quintetto Amaranto" dari Italia dengan karya-karya Klasik, dilanjutkan dengan Duet Piano dan Biola oleh 'Pavel Sedov' (Biola) dan 'Vitaly Unitsky' (Pianis) sebagai bagian dari program kebudayaan 'From Russia To Indonesia With Love'.

Siapa yang tak kenal Bali? Pulau Dewata yang penuh Inspirasi ini akan menampilkan seniman-seniman-nya dalam Konsert 'Gamelan Non Gamelan' bersama JES Gamelan Fusion Pimpinan I Nyoman Winda. Untuk lebih menyemarakan HUT Republik Indonesia yang ke 62 dalam Indonesia Independent Art Festival I ini. Universitas Indonesia akan menampilkan pementasan kolaborasi Paduan Suara, Orkes symphony Universitas Indonesia "Mahawaditra" dan tarian dari daerah Jawa Tengah yang disajikan oleh mahasiswa - mahasiswi dari berbagai universitas di Indonesia.

"Indonesia Ku, Indonesia Mu, Indonesia Kita Semua".

"Cintailah Budayanya Cintailah Bangsanya" berjalanlah Terus Wahai Indonesia KU ciptakanlah perdamaian bagi sesama umat manusia melalui Seni Budaya". Dirgahayu Republik Indonesia ke 62.

Salam Budaya, >PROGRAM GEDUNG KESENIAN JAKARTA
Marusya Naiggolan, MA
Direktur
---------------------------------------------------------------------

Rabu, 1 Agustus 2007 - Pukul 20.00 WIB
KOMEDI BETAWI

" Batu Ampar"
Sutradara/ Directed : Syaiful Amri
Penata Musik/Music Director : Andi Suhandi
Penata Panggung/Stage Manager : Djudjun Cs.
Pemain/Players : H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Edi Oglek, Rini SBB, Kubil,
Rita Hamzah, Rudi Sipit, Jaya, Malih, dan lain-lain
Bintang Tamu/Guest Stars : Artis-artis Ibukota

Kawasan Condet atau yang disebut juga sebagai Condet Batuampar merupakan bagian dari kelurahan Batuampar, kecamatan Kramatjati, Kodya Jakarta Timur. Legenda dibalik nama kawasan tersebut bermula dari sepasang suami istri yang bernama Pangeran Geger dan Nyai Polong. Salah seorang anaknya bernama Siti Maemunah yang terkenal cantik. Saat Maemunah sudah dewasa, ia dilamar oleh Pangeran Astawana anak dari Pangeran Tenggara atau Tonggara asal dari Makasar yang tinggal di sebelah timur Condet.

Kedua orang tua Siti Maemunah menyetujui lamaran tersebut dengan syarat dibangunkan sebuah rumah dan tempat bersenang-senang di atas empang dekat kali Ciliwung yang harus selesai dalam waktu satu malam. Permintaan tersebut disanggupi dan terbukti keesokan harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale di empang pinggir kali Ciliwung dengan jalan diampari batu, mulai dari tempat kediaman keluarga Pangeran Tenggara. Demikian menurut cerita tempat yang dilalui jalan yang diampari batu itu disebut Batu Ampar.
The Culture and Museum Service of the Greater Jakarta Province. T. (021) 5263236
---------------------------------------------------------------------

Rabu, 15 Agustus 2007- pukul 20.00 WIB

KONSER MUSIK/ CONCERT
QUINTETTO AMARANTO (ITALIA)
Kerjasama dengan Istituto Italiano di Cultura Giacarta/

In cooperation with the Istituto Italiano di Cultura Giacarta "Omaggio Italiano all' Indonesia (Persembahan Italia untuk Indonesia)"

Konser musik kali ini akan menampilkan 5 musisi wanita cantik asal Italia, dengan latar belakang yang bervariasi. Maria Teresa Piccoli (Piano) sang pianis yang mengenal piano sejak berumur 7 tahun ini pernah mengikuti berbagai kompetisi piano tingkat nasional. Wanita yang bernama lengkap Maria Valentina Montuori (Violin) ini mempelajari biola dengan Maestro Fabrizio De Melis, Maestro Antonio Anselmi dan Maestro Francesco. Alina Gilardi (Violin) meraih gelar diploma dalam bidang musik spesialis biola pada tahun 2004 dan meneruskan pendidikannya di Istituto Pareggiato "Giuseppe Verdi" di Ravenna dibawah asuhan Maestro Luca falasca.

Chiara Ciancone (Viola) merupakan lulusan jurusan biola di The Conservatoire of Music " A. Casella" dari L'Aquila pada Maret 2007 dengan tesis mengenai musik dan tango. Dara yang lahir 28 tahun yang lalu ini mempelajari biola dengan Teresa Pajak dan Gabriella Manilla. Vera Cammelli (Cello) yang menerima gelar diploma dalam bidang Cello dari The conservatorio G.B. Martina di Bologna di bawah asuhan Alberto Conti. Ia mengambil spesialis dalam the musical TEMA di Milano dengan Francesco Dillon dan H.E. Deckert di Eisbach (Jerman).

Repertoir :
- Arcangelo Corelli Concerto Grosso op. 6 n. 8
- Arie Napoletane Voce 'e notte, Era de Maggio, Te vojo bene assaje, I' te vurria
- Nino Rota 8 e 1/2
- Franz Joseph Haydn Concerto in Re magg. per pianoforte e orchestra, versione cameristica
- Ennio Morricone Gabriel's oboe
- Nino Rota Amarcord
- La vita bella
- Rinaldo Di Capua O sole mio

Admission: Rp 50.000 & Rp 40.000 [Gedung Kesenian Jakarta: 3808283/ 3441892]
---------------------------------------------------------------------

Kamis, 16 Agustus 2007 - pukul 20.00 WIB
KONSER GAMELAN NON GAMELAN / GAMELAN NON GAMELAN CONCERT
Bersama/with JES GAMELAN FUSION
Pimpinan/Directed by : I Nyoman Windha

Ditengah berkibarnya apresiasi terhadap multikulturalisme, gamelan Bali banyak menarik perhatian para peminat musik, praktisi, dam komposer mancanegara. Salah satu ekspresi musik tradisi Indonesia ini selain dikaji secara teoritis-ilmiah serta dipelajari nilai-nilai keterampilan praktiknya, banyak pula yang memandang dan menggarapnya sebagai media musikal semata yang dieksplorasi untuk mewadahi eksperimen dan kreativitas musik sesuai dengan gagasan, konsep, dan idealisme berkesenian yang dituju. Bentuk-bentuk cipta seni musik yang terimajinasi atau berorientasi sepenuhnya dari gamelan Bali yang dalam implementasi ungkapnya dikawinkan atau secara total memakai media non gamelan, telah dijelajahi oleh para composer dunia. Fenomena kerja kreatif musik kolaboratif ini melahirkan panorama baru yang menggairahkan dalam perjalanan musik dunia. Gamelan Bali punya andil memberikan kontribusi yang signifikan.

Jes Gamelan Fusion (JGF) - Jes adalah singkatan dari Jegog dan Semarpagulingan. Fusi dari gamelan yang terbuat dari bambu dan tembaga ini diintegrasikan menjadi sebuah ensambel yang system tangga nada pelog tujuh nadanya disesuaikan dengan tonika musik barat, dengan pertimbangan agar lebih fleksibel bila berinteraksi dengan musik non gamelan. Secara konseptual, gamelan Jes dikolaborasikan dengan dengan alat-alat musik barat seperti biola, keyboard, bas gitar, drum set, saxophone dan alat-alat musik non gamelan lainnya seperti djembe, tabla, dan sitar Jawa.

Admission: Rp 50.000 & Rp 40.000 [Gedung Kesenian Jakarta: 3808283/ 3441892]
---------------------------------------------------------------------

Selasa, 21 Agustus 2007 - Pukul 20.00 WIB

KOMEDI BETAWI
" Si Jagur"
Sutradara/ Directed : Syaiful Amri
Penata Musik/Music Director : Andi Suhandi
Penata Panggung/Stage Manager : Djudjun Cs.
Pemain/Players : H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Edi Oglek, Rini SBB, Kubil,
Rita Hamzah, Rudi Sipit, Jaya, Malih dan lain-lain
Bintang Tamu/Guest Stars : Artis-artis Ibukota

Suatu malam Raja Padjajaran bermimpi buruk. Ia mendengar suara gemuruh dari sebuah senjata yang kelihatan sangat dashyat dan tak dikenal tentaranya. Sang Raja memerintahkan patihnya, Kiai Setomo untuk mencari senjata ampuh tersebut.

Apabila gagal akan dihukum mati, dalam mengupayakan senjata ampuh tersebut Kiai Setomo dan istrinya Nyai Setomi bersemedi di dalam rumah. Setelah sekian lama Sang Patih tidak kelihatan, sang Raja memerintahkan para prajurit menggeledah rumah Kiai Setomo. Namun tidak ditemukan siapapun di dalam rumah itu, kecuali dua buah pipa aneh yang besar. Ternyata Kiai Setomo dan Nyai Setomi telah berubah wujud menjadi dua buah meriam seperti mimpi Raja.

Cerita berubahnya suami istri menjadi meriam tersiar kemana-mana hingga terdengar oleh Sultan Agung Mataram. Lalu Beliau memerintahkan agar kedua meriam itu dibawa ke Mataram, namun meriam jantan Kiai Setomo menolaknya, bahkan melarikan diri ke Batavia. Warga Batavia gempar menyaksikan benda tersebut dan menganggap benda yang dilihatnya itu barang suci. Mereka lalu menutupinya dengan payung untuk melindunginya dari terik matahari dan hujan. Kemudian meriam jantan Kiai Setomo tersebut diberi nama Kiai Jagur atau Sang Perkasa. Sedangkan Nyai Setomi diboyong ke Mataram.

Si Jagur ditempatkan di bagian utara Taman Fatahilah, diantara gedung kantor pos Jakarta Kota dan Kafe Batavia. Moncong meriam diarahkan ke pasar ikan, lurus kearah Jl. Cengkeh, membelakangi Balai Kota. p>Information & Invitation:
Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta/
The Culture and Museum Service of the Greater Jakarta Province. T. (021) 5263236
---------------------------------------------------------------------

Kamis, 23 Agustus 2007 - Pukul 20.00 WIB
KONSER MUSIK BIOLA & PIANO BIOLA & PIANO MUSIC CONCERT
Kerjasama dengan Kedutaan Besar RUSIA/ In cooperation with the Russian Embassy
Repertoar antara lain/ Repertoirs a.o.:
1. GLAZOUNOFF-ZIMBALIST - Grand Adagio (Raymonda)
2. RUBINSTEIN - Dances (<3. RACHMANINOFF-HEIFETZ - Adante (Cello sonata, III Mvt.)
4. TCHAIKOVSKY - Rusian Dance (from Swan lake) - Melodie - Valse-scherzo
5. SHOSTAKOVITCH - 2 Preludes - Valse - Joke
6. PROVOKOFIEV - HEFETZ - March, Larghetto, Gavotta
PROVOKOFIEV - Sonata No 2 D-dur (III, IV Mvt.)
---------------------------------------------------------------------

Senin, 27 Agustus 2007- pukul 19.30 WIB
KONSER MUSIK & TARI/ MUSIC & DANCE CONCERT
KOLABORASI MAHASISWA INDONESIA/ COLLABORATION OF INDONESIAN STUDENTS
"DIRGAHAYU INDONESIAKU"
Mempersembahkan kolaborasi paduan suara, orkes symphony "Mahawaditra" dan tarian dari daerah Jawa Tengah yang terdiri dari mahasiswa di berbagai universitas di Indonesia di mana setiap para peserta merupakan juara "Pekan Seni Mahasiswa Indonesia".
It presents the collaboration of vocal groups, "Mahawaditra" musical groups and dances from Central Java consisting of students from various universities in Indonesia where each participant group is the champion of the "Indonesian Student Art Week".
---------------------------------------------------------------------

Selasa & Rabu, 28 & 29 Agustus 2007 - Pukul 20.00 WIB
WALET DANCE COMPANY
Meusaboh Hatee (menyatukan hati)

Koreografer/ Coreographer : Marzuki Hazan, Djoko Histi Maryono, S.Sn, Ratna Uli & Grace Suzan S.Sn.
Penata Musik/ Music Arranger : Jufrizal & Syahrial
Para Penari/ Dancers : Bastiansyah, Yudi, Jefriandi Usman, Wahyudi, Anto, Seven Marudut Sibarani, Sigit, Eri Yofan Anggara, Boogie.K, Grace Suzan S.Sn, Rully Novaliawaty, Devi Indri, Dilliani, Risa Setiana, Ais Tyaningnung, Wenny Iskandur, Mawar December Azis, Etty Herawati, Maria Stella A.P, Asri Merysidowati, Nur Sekreningsih, Poppy Parisa, A.
Pemusik / Musicians : Alex,Firman,Topik,D'Tek,Fadli,Syahrial,Andrizaldi,Nopi Ardi

Dimeriahkan Oleh/ Cheered up by :
- Nyak Ina Raseuki (Ubiet) : Vokal Aceh/ Aceh Vocal
- Kabriwali (Pemeran Anak Seribu Pulau) : Vokal Aceh/ Aceh Vocal
- SMU AL Azar Kemang Pratama Bekasi : Tari Saman/ Saman Dance
- SMU Islamic Center Bekasi : Tari Saman/ Saman Dance

Suatu penggambaran kehidupan masyarakat Aceh yang Islami, hidup rukun dan damai. Cobaan-cobaan yang dialami dalam kehidupan merupakan tantangan yang harus dihadapi. Dengan Meusabauh Hatee atau Menyatukan Hati, kita dapat membangun kembali harkat dan martabat masyarakat Aceh. Dalam garapan ini tetap mengekspresikan kepribadian masyarakat Aceh, terbuka, lugas, dinamis, dan Islami.

Admission: Rp 50.000 & Rp 40.000 [Gedung Kesenian Jakarta: 3808283/ 3441892]

 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map