globe  

   
 

KA tak diizinkan tarik jaminan tiket elektronik

JAKARTA (Bisnis): Departemen Perhubungan tak mengizinkan PT Kereta Api menarik uang jaminan untuk tiket elektronik kepada penumpang.

Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro mengatakan penarikan uang jaminan itu akan memberatkan masyarakat apalagi belum ada petunjuk pelaksanaannya.

Walaupun ada risiko tiketnya hilang, tapi tidak perlu dikenakan biaya jaminan," katanya di Jakarta, hari ini.

Hal ini dikatakannya menanggapi rencana PT KA menerapkan biaya tambahan terkait dengan hilangnya sebagian kartu tiket elektronik untuk KRL Ciujung jurusan Serpong-Tanah Abang.
Padahal harga sebuah kartu tiket diperkirakan mencapai Rp10.000.

Namun, Soemino menyatakan sangat wajar jika masyarakat masih ada yang belum mau mengembalikan tiketnya. Apalagi sistem penjagaan pemeriksaan tiket di sepanjang stasiun belum steril.

"Wajarlah jika masih ada yang belum paham."

Soemino menyatakan jumlah tiket yang tidak dikembalikan masih terbilang kecil dibandingkan kartu yang tersedia.

Dephub menyiapkan 19.000 kartu tiket, sedangkan angka kehilangan kartu sekitar 1.800. "Kayaknya tidak mungkin jika penumpang ingin mengambil tiketnya," ujarnya.

PT KA, sebelumnya mengungkapkan pihaknya harus menanggung kerugian akibat hilangnya tiket elektronik.

Untuk setiap tiket, investasi yang dikeluarkan PT KA sebesar Rp10.000.

Menurut Kepala Humas PT KA Daerah Operasi I Jakarta Ahmad Sujadi, jumlah tiket yang hilang sudah sebanyak 1.500 tiket.(ln)

oleh : Hendra Wibawa
sumber: www.bisnis.com

 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map