globe  

   
 

3,5 Juta Pemilih Belum Punya Pilihan
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sebanyak 3,5 juta atau 59,47 persen pemilih belum memutuskan kemana suaranya akan diberikan pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 8 Agustus mendatang.

Itulah hasil penelitian dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia yang dipublikasikan hari ini di Jakarta. Penelitian itu juga menemukan 3,8 juta atau 66 persen pemilih belum mengetahui jadwal pencoblosan, 8 persen golput, dan 24 persen ragu.

Suara yang diberikan kepada pasangan Adang – Dani sebanyak 15,08 persen, sedangkan suara untuk Fauzi – Prijanto 23,24 persen.

“Jumlah pemilih mengambang tidak normal untuk pemilihan di kota besar seperti Jakarta,” kata Sri budi Eko Wardani, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia.

Menurut dia, biasanya 1,5 bulan menuju hari pencoblosan, pemilih sudah bisa menentukan pilihannya. Tingginya angka massa mengambang itu karena pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, para tim sukses kandidat kurang melakukan sosialisasi.

Penelitian itu melibatkan 1000 orang responden di lima wilayah. Metode penelitian dilakukan melalui telepon pada 15 – 17 Juni 2007. Kriteria responden yang dilibatkan adalah berusia 18 tahun, sudah menikah, dan tercantum di buku telepon.

Dari hasil penelitian itu, LKP UI merekomendasikan KPUD harus lebih aktif mensosialisasikan Pilkada. Peneliti senior UI Andrianof A. Caniago menyatakan sejauh ini, para elit politik lebih fokus melobi partai politik daripada mengajak warga aktif berdemokrasi.

Hasil penelitian itu tak dipercaya oleh anggota KPUD Jakarta Muflizar. "Kami sudah maksimal melakukan sosialisasi," ujarnya.

Mustafa Silalahi

Sumber TEMPO Interaktif

 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map