globe  

   
 

Red Hat Siap Penuhi Kebutuhan IT Pelat Merah
JAKARTA, KCM - Sistem operasi Red Hat siap diikutkan dalam tender pengadaan perangkat teknologi informasi (IT) di sejumlah instansi pemerintah. Distributor Red Hat di Indonesia telah membuka keran kepada para reseller-nya untuk menyiapkan penawaran yang menarik sesuai kebutuhan di kantor-kantor instansi pelat merah tersebut.

"Dukungan pemerintah terhadap platform berbasis open source sudah setara platform propietary. Kita berharap bisa ikut serta memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Harry Sujanto, Presiden Direktur PT Computrade Technology International (CTI) kepada pers di Menara Kuningan, Jakarta, Rabu (13/6). Kalau selama ini Red Hat lebih banyak digunakan di perusahaan-perusahaan besar, pihaknya ingin masuk lebih besar ke sektor pemerintah maupun usaha kecil menengah.

Sebagai distributor, CTI tidak akan ambil bagian secara langsung dalam sejumlah tender pengadaan perangkat teknologi informasi, namun melalui partner-partnernya. Saat ini tercatat ada sekitar 50 partner yang telah mendukung penjualan Red Hat di Indonesia yang memiliki jaringan tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung.

Harry mengakui kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan sistem operasi berbasis open source masih rendah. Selain bentuk dukungan yang belum sekuat software-software propietary, masih ada persepsi dari masyarakat bahwa open source merupakan sistem terbuka yang akan dengan mudah diotak-atik semua orang.

"Masih ada pertanyaan-pertanyaan: kalau semua orang bisa buka, bagaimana jaminan keamanan data-data perusahaan," ujar Harry. Namun, seiring dengan pemahaman yang lebih baik mengenai open source, sejumlah perusahaan besar dari bidang perbankan, telekomunikasi, maupun pemerintah mulai menggunakannya.

Open source didukung komunitas yang besar dan setiap masalah dapat dicari solusinya bersam-sama. Apalagi, sebagian distro-distro Linux seperti Red Hat, misalnya, didukung organisasi yang berkomitmen untuk terus mengembangkan produk dan dukungan teknis. Hal ini akan semakin menjamin investasi yang dikeluarkan untuk perangkat IT.

Berbeda dengan software propietary yang harus dibeli lisensinya sejak awal, software berbasis open source bebas digunakan. Pengguna awal yang hanya membutuhkan fungsi dapat memperolehnya secara cuma-cuma baik dengan cara men-download maupun dari CD-CD yang bebas diperbanyak.

Nah, untuk pengguna yang sudah menjadikan perangkat IT sebagai fondasi bisnisnya, mereka bisa memperoleh dukungan teknis melalui skema subscription. Red hat Enterprise Linux 5 menawarkan dukungan teknis paket premium 24 jam 7 hari melalui telepon maupun web dengan biaya 1499 dollar AS setahun dan dukungan satndar maupun basic dengan harga lebih murah.


Penulis: Wah

Sumber: http://kompas.com/ver1/Iptek/0706/13/162039.htm 

 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map