Rabu, 23 Agustus 2017


   
 

pindah pindah pindah
Reverse DNS
Reverse DNS adalah proses menggunakan DNS (Domain Name System) untuk menerjemahkan alamat IP menjadi hostname. Reverse DNS adalah kebalikan dari forward DNS, yang digunakan untuk menerjemahkan hostname yang dapat dibaca manusia ke alamat IP.

Permintaan DNS mulai dari 'root' di DNS tree. Dalam kasus reverse DNS, query bergerak dari root ke server DNS Regional Internet Registry (RIR), yang berisi informasi otoritatif untuk blok IP yang didelegasikan RIR, misalnya, 202/8: 202.in- Addr.arpa

Server DNS APNIC dapat memberikan rujukan jika memiliki informasi DNS Name Server (NS) dari jaringan atau pihak akhir yang menerima delegasi IP dari APNIC. Inilah yang kita sebut Reverse DNS (delegasi DNS balik).

Untuk semua alamat IP, Internet Assigned Numbers Authority (IANA) mengalokasikan ke APNIC, IANA juga mendelegasikan zona reverse DNS yang sesuai dalam domain in-addr.arpa dan ip6.arpa yang dikelola secara terpusat. (Sumber: www.apnic.net)

Penyedia jasa email yang baik selalu menerapkan sistem pengecekan Reverse DNS (rCNS check) ini karena bila tidak, email pengirim yang menggunakan jasanya akan ditolak oleh mail server Penerima yang menerapkan pengecekan Reverse DNS. Settingnya tidak sulit dan lazimnya para System Administrator menguasainya. (wp)
 

Pacific Telematika Indonesia
Plaza domain
PInter Wireless
PInter Hosting

http://www.iix.net.id http://www.apjii.or.id


     
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map