globe  

   
 

Laptop Picu Sindrom Kulit Terpanggang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Apakah Anda sering bekerja dengan memangku laptop sampai paha terasa panas? Kalau jawabannya ya, maka Anda perlu hati-hati karena panas yang dikeluarkan komputer jinjing itu bisa menimbilkan sindrom kulit terpanggang. Menurut sebuah laporan medis, aktivitas yang membuat kulit menjadi panas dalam jangka panjang dapat memicu sindrom kulit terpanggang yang berakibat munculnya bintik-bintik hitam di kulit yang terpapar panas.

Laporan yang telah dipublikasikan di jurnal Pediatrics mengungkapkan baru-baru ini seorang anak berusia 12 tahun mengalami perubahan warna kulit di bagian paha karena selalu memangku laptop untuk bermain game. Meskipun anak itu merasakan panas dari sisi kanan dan kiri laptop, namun dia tetap memangku perangkat tersebut selama beberapa jam setiap hari.

Kasus lain yang terungkap adalah seorang mahasiswi jurusan hukum di Virginia yang mencari obat untuk mengatasi belang-belang di kakinya. Menurut dokter Kimberley Salkey, setiap hari mahasiswi itu menghabiskan waktu sekitar enam jam untuk belajar dan mengerjakan tugas dengan posisi laptop di pangkuannya. "Suhu komputer jinjing itu mencapai 51 derajat celcius," katanya.

Meskipun tidak berbahaya, namun menurut Salkey, panas dari komputer jinjing ini dapat merusak kecantikan. "Bisa menyebabkan penggelapan kulit secara permanen," katanya.

Peneliti Andreas Arnold dan Peter dari University Hospital Basel menyarankan supaya pengguna laptop menempatkan bantalan untuk mencegah terpaparnya kulit dengan panas laptop.

Adapun beberapa produsen laptop, seperti Apple, Hewlett Packard dan Dell telah memberikan peringatan dalam buku petunjuknya supaya pengguna tidak meletakkan laptop di pangkuan atau di atas kulit dalam waktu lama karena berisiko terbakar.

AP|Rini K

Sumber: www.tempointeraktif.com (Senin, 04 Oktober 2010)
 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map