globe  

   
 

Depkominfo ngotot gelar BWA
BANDUNG: Departemen Komunikasi dan Informatika tetap menggelar tender BWA (broadband wireless access) atau WiMax (worldwide interoperability for microwave access) meskipun publik masih meragukan kemampuan vendor lokal.
Suhono Harso Supangkat, Staf Khusus Menkominfo, mengungkapkan pihaknya tetap akan menggelar tender WiMax karena sudah molor dari jadwal semula akibat ketidaksiapan vendor lokal.

"Kalau terus ditunggu [kesiapan vendor lokal], kapan jalannya? Tender sudah ditunda hampir 2 tahun, jadi tidak ada alasan lagi [untuk menundanya]. Perkara kesiapan vendor, menurut saya pribadi, itu bisa sambil jalan karena prinsipnya mereka sudah siap," katanya kepada Bisnis di sela-sela E-Indonesia Initiative 2009 di Bandung, kemarin.

Sebelumnya, banyak kalangan termasuk peserta tender yang tergabung dalam konsorsium APJII, mengkhawatirkan ketidaksiapan penyedia perangkat lokal yang nantinya bisa menghambat penggelaran jaringan.

Hal ini terkait hasil ujicoba perangkat WiMax lokal di Puspiptek Serpong beberapa waktu lalu, di mana tingkat cakupan pengguna layanan sangat jauh dari yang ditetapkan WiMax Forum maupun proyeksi bisnis ideal.

Padahal, peserta tender harus membayar izin pita spektrum frekuensi radio (IPSFR) tahun pertama yang besarnya dua kali harga hasil lelang per blok per zona, sementara bisnisnya tidak bisa berjalan baik akibat kendala perangkat tadi.

Tak ada toleransi

Suhono melanjutkan pihaknya optimistis dengan kesiapan vendor lokal, sehingga ketentuan adopsi kandungan lokal WiMax 40% base station (BS) dan 30% subscriber station (SS) bisa terpenuhi.

"Kami harus optimistis dengan kemampuan anak bangsa, apalagi mereka riset sejak lama. Harus dilihat pengalaman di negara lain, industri mereka maju karena diberi kesempatan oleh negara."

Atas alasan itu, Depkominfo mengaku tidak mau terlibat polemik ataupun memberi kebijaksanaan baru yang bersifat memberi toleransi kepada operator pemenang tender dalam penyerapan kandungan lokal.

"Kalau belum apa-apa kami sudah memberi kelonggaran bagi perusahaan-perusahaan, apalagi bicara sanksi, itu sayang. Saya belum berangkat ke Jakarta misalnya, tapi sudah diwanti-wanti macam-macam."

Menurut dia, kebijakan pemerintah selalu mengutamakan kepentingan bersama dengan kerangka kepentingan jangka panjang. Bukan sekadar memenuhi kepentingan segelintir kelompok, tetapi bersifat reaktif.

Oleh karena itu, lanjut dia, tender WiMax diharapkan bisa segera dilakukan Depkominfo demi mengejar target pemberian layanan Internet cepat yang terjangkau kepada masyarakat pada tahun ini juga.

Oleh Muhammad Sufyan/Bisnis Indonesia

Sumber: www.bisnis.com (Kamis, 25 Juni 2009)
 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map