globe  

   
 

Dorongan yang Semakin Membumi
TEMPO Interaktif, Jakarta: Push e-mail tak bisa dilepaskan dari Research in Motion (RIM), yang melahirkan handset BlackBerry yang kondang itu. Namun, sejak RIM memperkenalkan BlackBerry Connect, push e-mail semakin luas penggunaannya.

Malah, lambat laun, push e-mail bukan lagi monopoli RIM dan BlackBerry. Di Jepang, misalnya, sejak 2000 push e-mail telah menjadi fitur standar pada ponsel. Artinya, siapa pun bisa menikmati fasilitas menerima kiriman e-mail secara otomatis tanpa perlu masuk ke server.

Di Indonesia, push e-mail juga semakin membumi saja. Apalagi setelah masuknya bermacam vendor yang menawarkan push e-mail dengan tarif yang beragam.

Tentu tak bisa tidak menyebutkan geliat BlackBerry Connect di sini. Salah satu operator yang menyediakan layanan ini adalah Indosat.

Bukan hanya berlangganan, Indosat juga menawarkan paket "prabayar", seperti BlackBerry on Demand dengan paket mingguan atau bulanan. Kuotanya sampai 10 alamat e-mail dengan akses tak terbatas.

Di luar BlackBerry ada sejumlah pilihan. PT Smart Telecom, misalnya, menawarkan Smartmail di jalur code division multiple access (CDMA). Tarifnya Rp 22 ribu per bulan dengan kuota tiga alamat e-mail berkapasitas total 30 megabita. Ponsel CDMA dengan fasilitas WAP bisa mengakses layanan ini.

Telkomsel juga menawarkan Ventus, yang berarti angin dalam bahasa Latin, sejak tiga tahun lalu. Ia beroperasi dengan ponsel pintar dan PDA berbasis Symbian atau Windows Mobile.

Sempat beredar kabar bahwa layanan ini sudah dihapuskan. Namun, ia rupanya hanya bersalin rupa menjadi layanan baru bernama Telkomsel You've Got Mail, menyitir judul sebuah film Hollywood.

You've Got Mail bisa dinikmati pelanggan "prabayar" dan "pascabayar". Marketing Communication Manager Telkomsel Suryo Hadiyanto mengatakan layanan itu bisa dipasang di ponsel apa pun yang menggunakan sistem operasi Symbian atau didukung teknologi Java.

"Software yang digunakan buatan perusahaan bernama Cincillience," kata Suryo.

Sebuah perusahaan bernama PT Infinys System Indonesia juga menawarkan layanan serupa push e-mail sekaligus sinkronisasi. Layanan mereka berbasis Microsoft Exchange dan software Microsoft lain yang sudah dimodifikasi sendiri.

Untuk sinkronisasi, pelanggan akan mensinkronisasi data kontak maupun e-mail di ponsel dengan perangkat lain, seperti laptop atau komputer desktop di rumah.

"Jadi di mana pun pengguna membuka e-mail, dari handphone atau dari komputer di rumah atau di kantor, isinya sama saja," ujar Direktur PT Infinys System Indonesia Louis Larry.

Pelanggan dikenai biaya Rp 100 ribu per bulan. Mereka akan mendapatkan kuota e-mail sampai 150 megabita ditambah fitur remote wipe, yang bisa dipakai menghapus data ponsel yang hilang melalui web.

Layanan push e-mail belum diluncurkan secara resmi. Namun, pelanggannya sudah mencapai sekitar 1.000 orang. "Kebanyakan teman-teman sendiri," kata Louis.

Selain yang berbayar, ada juga pilihan push e-mail gratisan. Salah satunya bernama Emoze (http://www.emoze.com). Ia bisa diunduh ke ponsel berbasis Windows Mobile dan Symbian.

Pengguna perlu menginstalnya di komputer juga. Sebab, ia bekerja melalui aplikasi Outlook Express. Outlook akan mengirimkan e-mail baru ke ponsel berdasarkan jadwal send/receive.

Deddy Sinaga | Kartika Candra

Sumber: www.tempointeraktif.com (Jum'at, 17 Oktober 2008)

 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map