globe  

   
 

Penjualan netbook diprediksi capai 100.000 unit
JAKARTA: Pasar netbook-notebook mini yang dijual dengan harga murah-di Indonesia dinilai prospektif dengan perkiraan penjualan? 80.000 sampai 100.000 unit tahun ini, karena menawarkan alternatif untuk mendapatkan komputer murah. Timothy Siddik, Presiden Direktur PT, Zyrexindo Mandiri Buana, mengatakan basis pasar komputer di Indonesia masih sangat kecil, karena? sangat sensitif terhadap harga komputer.

"Jika tadinya orang enggan membeli komputer karena alasan harga yang mahal, netbook menjadi alternatif bagi mereka untuk mendapatkan komputer yang harganya jauh lebih murah," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

PT Zyrex merupakan pabrikan komputer lokal yang memproduksi dua seri netbook, yaitu Zyrex Anoa dan Zyrex Ubud.

Timothy menilai netbook akan menjadi segmen baru dalam produk komputer. "Diharapkan dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat Indonesia akan memiliki kesempatan lebih luas untuk memiliki komputer."

Pasar netbook di Tanah Air kian marak karena mulai banyak merek ternama yang masuk ke pasar Indonesia. Dipelopori oleh Asus dengan Eee PC akhir tahun lalu-yang hampir bersamaan dengan peluncuran dua produk netbook Zyrex,? Hewlett-Packard Juni tahun ini memasarkan Mini Notes untuk segmen pasar ini.

Bulan ini, Acer ikut meramaikan pasar ini dengan memperkenalkan netbook Acer Aspire One. Dell disebut-sebut akan meluncurkan netbook di Indonesia September tahun ini.

Timothy mengakui tidak gentar dengan serbuan netbook bermerek tersebut. Dengan makin banyak kompetitor terjun ke pasar netbook,? pasar komputer di Indonesia akan semakin terbuka.

"Dengan demikian, nantinya produk komputer tidak akan lagi menjadi barang mewah tapi sudah menjadi komoditas," katanya.

Dia mengakui harga netbook bermerek itu lebih murah jika dibandingkan dengan netbook buatan lokal, karena netbook bermerek tersebut diproduksi oleh vendor global. Berbeda dengan Zyrex, yang berorientasi ke pasar domestik.

"Namun perlu diingat, harga merupakan salah satu keunggulan saja dan vendor lokal memiliki hal lain yang bisa ditonjolkan," ujarnya.

Pengaruhi keuntungan

Timothy menambahkan dampak positif yang diperoleh apabila pasar netbook berkembang adalah kenaikan? volume pasar komputer secara keseluruhan, yang akan berdampak pada peningkatan omzet.

Dia mengakui margin? laba yang diperoleh perusahaan dari segmen? pasar komputer konvensional akan terkoreksi oleh kehadiran netbook.

"Secara individual produk,? pendapatan mungkin akan terkoreksi. Namun, jika dilihat secara unit kolektif, pendapatan justru akan semakin besar," tuturnya.

Dia mengilustrasikan apabila vendor dapat menjual 10 unit komputer (desktop dan notebook) seharga Rp1 juta per unit dengan keuntungan 10%, vendor akan meraih laba Rp1 juta per bulan.

Akan tetapi jika vendor mampu menjual netbook yang harganya, misalnya, lebih murah Rp200.000 dari desktop dan notebook, mereka bisa meraih keuntungan lebih tinggi jika mampu menggenjot volume penjualan.

"Dengan menjual 20 unit netbook bermargin keuntungan 10%, vendor akan memperoleh keuntungan Rp1,6 juta atau Rp600.000 lebih tinggi," katanya.

Yang jelas, lanjutnya, pasar notebook tidak akan tergerus oleh netbook. "Taruhlah pasar notebook tumbuh 40%, pasar? netbook tidak akan memakan seluruh persentase peningkatan itu," ujar Timothy.? (14) ( Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya )

Sumber: www.bisnis.com (Selasa, 22 Juli 2008)
 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map