globe  

   
 

Interpol Usulkan Jaringan Investigasi Cybercrime
TEMPO Interaktif, New Delhi:

Interpol mengusulkan dibentuknya jaringan investigasi kejahatan di dunia maya. Usulan ini mengemuka di Konferensi Internasional tentang Cybercrime yang digelar di New Delhi, India, sejak Rabu lalu.
Sekretaris Jenderal Interpol Ronald K. Noble mengatakan, jaringan investigasi diperlukan untuk memberantas ancaman kejahatan dunia maya yang terus meningkat. Jaringan ini akan memudahkan polisi di berbagai belahan dunia melakukan identifikasi dan mendapatkan bantuan dari investigator dari negara lain selama 24 jam sehari.

Noble juga mengusulkan pembangunan pusat penyebaran informasi yang disebut National Central Reference Points yang terhubung via sistem komunikasi polisi keamanan global milik Interpol. Sistem ini dikenal dengan istilah I-24/7.

Noble menekankan perlunya keterlibatan sektor swasta dalam penegakan hukum. “Untuk menciptakan unit kerjasama khusus yang siap merespon ancaman terhadap negara masing-masing, atau menyediakan bantuan untuk polisi dimana pun di dunia,” katanya.

Menteri Dalam Negeri India Shivraj Patil mendukung pernyataan Noble. Menurutnya, tantangan untuk memberantas kejahatan dunia maya sangat besar. "Sementara kita mengadakan pertemuan, mereka juga bertemu secara personal di dunia maya untuk menandai cara dan inovasi dalam menciptakan kejahatan baru," ujarnya.

Selain membahas kejahatan dunia maya, konferensi yang akan berakhir hari ini juga membahas pemanfaatan internet oleh teroris, eksploitasi anak secara online, penipuan bank secara online, dan forensik digital. Konferensi ini dihadiri oleh komunitas penegak hukum, akademisi, industri swasta dan organisasi internasional dari 37 negara.

Sumber: www.tempointeraktif.com (Jum'at, 14 September 2007)
 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map