globe  

   
 

Bakrie Telecom 'hapus' duopoli SLI
JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk terpilih sebagai pemenang seleksi penyelenggara jaringan tetap sambungan langsung internasional (SLI) dan akan menyediakan investasi untuk pembangunan infrastruktur dalam lima tahun pertama? Rp223 miliar.
Anak perusahaan Grup Bakrie itu menyisihkan dua peserta seleksi, yaitu PT Excelcomindo Pratama Tbk dan PT Natrindo Telepon Seluler. Penetapan pemenang itu tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 415/KEP/M.Kominfo/9/2007.

"Sesuai dengan persyaratan yang ada, Bakrie Telecom yang berhak menang," tutur Basuki Yusuf Iskandar, Ketua Tim Seleksi, yang juga Dirjen Pos dan Telekomunikasi, Depkominfo, di Jakarta, kemarin.

Persyaratan yang dimaksud meliputi ketentuan administrasi, teknis, finansial, rencana bisnis, dan jadwal digelarnya layanan.

Sebagai pemenang seleksi, Bakrie Telecom harus memenuhi komitmen pembangunan dalam lima tahun pertama. Pembangunan itu meliputi? lima sentral gerbang internasional (SGI), satu landing point di Batam, dan jaringan keterhubungan dengan Indonesia Internet Exchange (IIX) melalui jaringan serat optik.

Sementara itu, komitmen pada lima tahun kedua a.l. pembangunan satu landing point di Kupang dengan rute jaringan internasional menuju Darwin, Australia, dengan asumsi backbone konsorsium Palapa Ring tahap pertama telah beroperasi.

Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom Tbk, mengatakan perusahaan itu berharap dapat menggelar layanan SLI pada 2008. "Kami akan mulai membangun jaringan Batam-Singapura secepat mungkin dan kami harapkan dapat memberikan layanan sesegera mungkin."

Biaya pembangunan infrastruktur pada tahun pertama, menurut dia, dipastikan berasal dari belanja modal pada 2008. PT Bakrie Telecom Tbk juga akan mengkaji sumber pembiayaan dengan melibatkan pihak eksternal.

Persaingan terbuka

Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Ketua Masyarakat Telematika (Mastel), menyambut baik penambahan pemain baru di bisnis SLI. "Langkah pemerintah sudah baik, tapi lebih ideal jika pemerintah membuka izin penyelenggaraan SLI ke semua operator."

Banyaknya pemain yang menggelar jasa ini, menurut dia, akan meningkatkan posisi tawar operator di Indonesia dalam pembicaraan dengan operator di luar negeri yang difasilitasi pemerintah. Hal ini dapat memangkas tarif percakapan SLI.

Sementara itu, harga saham PT Bakrie Telecom Tbk pada perdagangan kemarin naik Rp15 atau 4% menjadi Rp390. Sebelumnya saham berkode perdagangan BTEL itu ditutup stagnan di level Rp375 dalam dua hari berturut-turut pada Kamis dan Jumat pekan lalu. Sebanyak 134,4 juta lembar saham diperdagangkan, kemarin.

Operator telepon seluler dari kelompok usaha Bakrie itu per 30 Juni 2007 membukukan kenaikan laba bersih sebesar Rp42,62 miliar dibandingkan dengan sebelumnya Rp14,39 miliar. Atau per saham dasar Rp2,27 dibandingkan dengan semula Rp0,79.

Pada kurun waktu yang sama, Bakrie Telecom mencatatkan pendapatan usaha bersih sebesar Rp493,19 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254,12 miliar.

Layanan SLI merupakan bisnis yang? menjanjikan potensi pundi cukup menggiurkan. Hal ini tampak dari trafik atau lalu lintas telepon SLI yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2006, misalnya, trafik SLI mencapai 2 miliar menit. Angka ini naik 9% dari trafik SLI pada 2005 sebesar 1,87 miliar menit.

Kue bisnis layanan SLI ini hanya dinikmati praktis oleh dua operator, yaitu PT Telkom dan PT Indosat.

Bisnis layanan SLI telah mengalami perombakan sangat fundamental ketika pada 13 Mei 2004 Menteri Perhubungan mengeluarkan Keputusan Menhub No. 162/2004 tentang Lisensi layanan SLI dengan kode akses 007 kepada PT Telkom.

Sejak saat itu, bisnis layanan SLI memasuki era duopoli setelah sebelumnya PT Indosat terlebih dahulu memegang lisensi SLI untuk kode akses 001, serta kode akses 008 milik eks anak perusahaanya, yaitu PT Satelindo. PT Indosat? akhirnya melebur kedua layanan SLI itu ke dalam satu wadah tunggal, yaitu SLI 001.

Kehadiran PT Bakrie Telecom Tbk telah mengubah peta bisnis layananan SLI, sekaligus mengakhiri era duopoli layanan sambungan langsung internasioanl. (Pudji Lestari)?

Sumber: Oleh Ratna Ariyanti & Sutarno - Bisnis Indonesia (Selasa, 18/09/2007)
 

   
© 2017 .:: Pacific Internet (PInter) Indonesia ::.
Disclaimer | Best viewed 800 x 600 / 1024 x 768 | Site Map